Rabu, 17 Desember 2014

Materi 5 (Tematik dan Inkuiri)



TUGAS INDIVIDU
“MODEL PEMBELAJARAN (TEMATIK DAN INKUIRI)”
Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah Pendidikan IPA SD
Dosen Pengampu: Arfilia, S.Pd.,M.Pd


Disusun Oleh :
Nama                          : Priscillia Putri Aringgit
NIM                            : 13120157
Kelas                           : 3D
Program Studi            : PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar)

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI SEMARANG
2014/2015
MODEL PEMBELAJARAN
TEMATIK INTEGRATIF (TEMATIK TERPADU)

A.    Pengertian Tematik Integratif
Pembelajaran tematik terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.

B.     Jenis-Jenis Tematik Integratif
Model pembelajaran tematik yang digunakan pada kurikulum di Indonesia antara lain :
a.      Model Hubungan/terkait (connected model)
Pada model pembelajaran ini ciri utamanya adalah adanya upaya untuk menghubungkan beberapa materi (bahan kajian) ke dalam satu disiplin ilmu.
b.      Model Jaring laba-laba (webbed model)
Model pembelajaran ini diawali dengan pemilihan tema. Setelah tema ditentukan dilanjutkan dengan pemilihan sub-sub tema dengan memperhatikan keterkaitannya antar mata pelajaran.
c.       Model Terpadu (integrated model)
Model pembelajaran ini menggunakan pendekatan antar mata pelajaran yang dipadukan.

C.     Langkah-langkah penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik 
a.      Invitasi/apersepsi
Pada tahap ini guru melakukan brainstrorming dan menghasilkan kemungkinan topik untuk penyelidikan.
b.      Eksplorasi
Pada tahap ini siswa pengumpulan data dan informasi selengkap-lengkapnya tentang materi dapat dilakukan dengan bertanya (wawancara), mengamati, membaca, mengidentifikasi, serta menganalisis (menalar) dari sumber-sumber langsung (tokoh, obyek yang diamati) atau sumber tidak langsung misalnya buku, koran, atau sumber informasi publik yang lain.
c.       Mengusulkan penjelasan/solusi
Pada tahap ini seluruh informasi, temuan, sintesa yang telah dikembang kan dalam proses penyelidikan dibahas dengan teman secara berpasang an / dalam kelompok kecil.
d.      Mengambil tindakan
Berdasarkan temuan yang dilaporkan, siswa menindaklanjuti dengan menyusun simpulan serta penerapan dari temuan-temuannya.
Langkah-langkah perencanaan pembelajaran tematik :
·         Menetapkan mata pelajaran             
Semua mata pelajaran yang akan diajarkan diinventarisir. Mata pelajaran tersebut dipetakan atas kompetensi inti dan kompetensi dasar.
·         Menetapkan KD dan indikator
Setelah melakukan penetapan mata pelajaran dan memetakan KI dan KD maka guru perlu untuk menterjemahkan kompetensi dasar (KD) ke dalam indikator.
·         Menginventarisir tema
Beberapa mata pelajaran, kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indicator akan diikat dengan tema.
·         Pemetaan
Pemetaan mata pelajaran, kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator ke dalam tema merupakan dasar penyusunan matrik.
·         Menyusun matrik
Pada tahap ini dilakukan pemetaan keterhubungan kompetensi dasar dari beberapa mata pelajaran yang bisa disatukan dalam sebuah tema dalam bentuk matriks.
·         Menyusun kalender akademik
Kalender tematik dibuat setelah matrik Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang diikat dalam tema selesai dibuat.
·         Mempelajari Silabus
Mempelajari Silabus yang nantinya akan dijabarkannya ke dalam RPP
·         Menyusun Rencana Pelaksaanaan Pembelajaran (RPP)

D.    Kelebihan dan Kekurangan Tematik Integratif
Pelaksanaan Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013 memiliki beberapa keuntungan dan juga kelemahan yang diperolehnya. Keuntungan yang dimaksud yaitu:
1.        Menyenangkan karena berangkat dari minat dan kebutuhan siswa
2.        Memberikan pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevandengan tingkat perkembangan dan kebutuhan pesrta didik.
3.        Hasil belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna.
4.        Mengembangkan keterampilan berfikir anak sesuai dengan persoalan yangdihadapi.
5.        Menumbuhkan keterampilan social melalui kerja sama.
6.        Memiliki sikap toleransi komunikasi dan tanggap terhadap gagasan oranglain.
7.        Menyajikan kegiatan yang bersifat nyata sesuai dengan persoalan yangdihadapi dalam lingkungan peserta didik.
Pembelajaran Tematik  Kurikulum 2013 disamping memiliki beberapa keuntungan sebagaimana dipaparkan di atas, juga terdapat beberapa kekurangan yang diperolehnya. Kekurangan yang ditimbulkannya yaitu:
1.        Menuntut peran guru yang memiliki pengetahuan dan wawasan luas,kreatifitas tinggi, keterampilan, kepercayaan diri dan etos akademik yangtinggi, dan berani untuk mengemas dan mengembangkan materi
2.        Dalam pengembangan kreatifitas akademik, menuntut kemampuan belajarsiswa yang baik dalam aspek intelegensi.Hal tersebut karena model pembelajaran tematik menekankan pada pengembangan kemampuan analitik(memjiwai), kemampuan asosiatif (menghubung-hubungkan) dan kemampuaneksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali).
3.        Pembelajaran tematik memerlukan sarana dan sumber informasi yang cukup banyak dan berguna untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan yang diperlukan.
4.        Pembelajaran tematik memerlukan system penilaian dan pengukuran(obyek, indikator, dan prosedur ) yang terpadu.
5.        Pembelajaran tematik tidak mengutamakan salah satu atau lebih mata pelajaran dalam proses pembelajarannya.

E.     Penerapan Model Pembelajaran Tematik Terpadu
Judul Skripsi “Penerapan Pembelajaran Integratif Pada Kelas 4 SDN Cebongan Kecamatan Bandung




MODEL PEMBELAJARAN
INKUIRI

A.    Pengertian Model Pembelajaran Inkuiri
Suatu pembelajaran pada umumnya akan lebih efektif bila diselenggarakan melalui model-model pembelajaran yang termasuk rumpun pemprosesan informasi. Hal ini dikarenakan model-model pemprosesan informasi menekankan pada bagaimana seseorang berfikir dan bagaimana dampaknya terhadap cara-cara mengolah informasi. Menurut Downey (1967) dalam Joyce (1992:107) menyatakan bahwa inti dari berpikir yang baik adalah kemampuan untuk memecahkan masalah. Dasar dari pemecahan masalah adalah kemampuan untuk belajar dalam situasi proses berpikir. Dengan demikian, hal ini dapat di implementasikan bahwa kepada siswa hendaknya diajarkan bagaimana belajar meliputi apa yang diajarkan, bagaimana hal itu diajarkan, jenis kondisi belajar, dan memperoleh pandangan baru. Salah satu yang termasuk dalam model pemrosesan informasi adalah model pembelajaran inkuiri.
Inkuiri yang dalam bahasa inggris inquiry, berarti pernyataan, atau pemeriksaan, penyelidikan. Inkuiri sebagai suatu proses umum yang dilakukan manusia untuk mencari atau memahami informasi. Strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuan dengan penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan pembelajaran inkuiri adalah :
a.       keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar,
b.      keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran, dan
c.       mengembangkan sikap percaya diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.

B.     Syarat Timbulnya Kegiatan Inkuiri bagi Siswa dan Peran Guru
Kondisi umum yang merupakan syarat timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa adalah :
  1. Aspek sosial di kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi
  2. Inkuiri berfokus pada hipotesis dan
  3. Penggunaan fakta sebagai evidensi
Susunan kelas yang nyaman merupakan hal yang penting dalam pembelajaran inkuiri karena pertanyaan-pertanyaan harus berasal dari siswa agar proses pembelajaaran dapat dicapai dengan baik. Kerja sama guru dengan siswa, siswa dengan siswa diperlukan juga adanya dorongan secara aktif dari guru dan teman. Untuk menciptakan kondisi seperti itu peran guru adalah sebagai berikut :
  1. Motivator, memberi rangsangan agar siswa aktif dan bergairah berfikir
  2. Fasilitator, menunjukkan jalan keluar jika siswa mengalami kesulitan
  3. Penanya, menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka buat
  4. Administrator, bertanggung jawab dalam seluruh kegiatan kelas
  5. Pengarah, memimpin kegiatan siswa untuk mencapai tujuan yang diharapkan
  6. Manager, mengelola sumber belajar, waktu dan organisasi kelas
  7. Rewarder, pemberi penghargaan pada prestasi yang dicapai siswa
Pembelajaran inkuiri menurut Suchman, peran guru memonitor pertanyaan siswa untuk mencegah agar proses inkiri, tidak sama dengan permainan tebakan . Hal ini memerlukan dua aturan penting yaitu ;
  1. Pertanyaan harus dapat dijwab ya atau tidakdan harus diucapkan dengan suatu cara agar siswa dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan melakukan pengamatan.
  2. Pertanyaan harus disusun sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan guru memberikn jawaaban pertanyaan tersebut tetapi mengarahkan siswa untuk menemukan jawaban sendiri.
C.    Fase-Fase Pembelajaran Inkuiri
Inquiry tidak hanya mengembangkan kemampuan dan intelektual tetapi seluruh potensi yang ada termasuk pengembangan emosional dan ketrampilan inquiry merupakan suatu proses yang bermula dari merumuskan masalah, merumuskan hipotesis , mengumpulkan data, menganalisis data dan membuat kesimpulan. Di dalam sistem belajar-mengajar ini, guru menyajikan bahan pelajaran tidak dalam bentuknya yang final, tetapi peserta didik yang diberi peluang untuk mencari dan menemukannya sendiri dengan mempergunakan teknik pendekatan pemecahan masalah. Secara garis besar prosedurnya sebagai  berikut:
  1. Stimulation,  Guru mulai dengan bertanya mengajukan persoalan atau menyuruh peserta didik membaca atau mendengarkan uraian yang memuat permasalahan.
  2. Problem statement, peserta didik diberi kesempatan mengidentifikasi berbagai permasalahan, sebanyak mungkin memilihnya yang dipandang paling menarik dan fleksibel untuk dipecahkan. Permasalahan yang dipilih ini selanjutnya harus dirumuskan dalam pertanyaan atau hipotesis (pernyataan sebagai jawaban sementara atas pertanyaan tersebut)
  3. Data collection, untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis itu.peserta dididk diberi kesempatan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang relevan, dengan jelas membaca literatur, mengamati objeknya, mewawancarai orang sumber, mencoba (uji coba) sendiri dan sebagainya.
  4. Data processing, semua informasi (hasil bacaan wawancara, observasi, dan sebagainya) itu diolah diacak diklasifikasikan, ditabulasikan, bahkan kalau perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan dengan tingkat kepercayaan tertentu.
  5. Verification, berdasarkan hasil olahan dan taffsiran  atau informasi yang ada tersebut( avaiblle information), pertanyaan atau hipotesis yang dirumuskan terlebih dahulu kemudian dicek, atauka apakah terjawab atau, dengan kata lain terbukti atau tidak. 
  6. Generalization, tahap selanjutkan. Berdasarkan hasil verifikasi tadi siswa belajar menarik generalisasi/ kesimpulan tertentu.
Sistem belajar-mengajar ini dikembangkan oleh Bruner. Landasan pemikiran yang mendasari pendekatan belajar-mengajar ini adalah bahwa hasil belajar dengan cara  ini lebih mudah dihaffal dan diingat, mudah ditransfer (untuk menghadapi pemecahan masalah). Pengetahuan dan kecakapan (intellectual potency) peserta didik yang bersangkutan lebih jauh lagi dapat menumbuhkan motif intrinsik (karena peserta didik puas akan penggunaannya sendiri. Tahapan pembelajaran inkuiri fase perilaku guru antara lain:
a.    Menyajikan pertanyaan atau masalah
Guru membimbing siswa mengidentifikasi masalah dan maslah. Guru membagi siwa dalam kelompok
b.    Membuat hipotesis
Guru memberikan kesempatan bagi tiap siswa untuk curah pendapat dalam membentuk hipotesis. Guru membibing siswa dalam membuat hipotesis yang relevan dengan permasalahan dan memprioritaskan hipotesis mana yang menjadi prioritas penyelidikan.
c.    Merancang percobaan
Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai dengan hipotesis yang dilakukan. Guru membimbing siswa mengurutkan langkah-langkah percobaan.
d.   Melakukan percobaan untuk memperoleh informasi
Guru membimbing siswa mendapatkan informasi melalui percobaan.
e.    Mengumpulkan dan menganalisis data
Guru memberikan kesempatan pada tiap kelompok untuk menyampaikan hasil pengolahan data yang terkumpul.
f.     Membuat kesimpulan (generalisasi)
Guru membimbing siswa dalam mambuat kesimpulan.  
3.      Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran inquiry mempunyai kelebihan :
  1. Penelitian dapat diselesaikan dalam waktu satu periode pertemuan. Waktu yang singkat ini memungkinkan siswa dapat mengalami siklus inkiri dengan cepat, dan dengan pelatihan mereka akan terampil melakukan inkuiri
  2. Lebih efektif dalam senua bidang di dalam kurikulum.
Pendekatan pembelajaran ini sangat cocok untuk materi pelajaran yang bersifat kognitif. Kelemahannya ialah antara lain :
1.      memakan waktu banyak (time consuming),
2.      Belajar mengajar dengan metode inquiri memerlukan kecerdasarn anak yang tinggi. Bila anak kurang cerdas, hasilnya kurang efektif
3.      Metode inquri kurang cocok pada anak yang usianya terlalu muda, misalnya anak SD.




DAFTAR PUSTAKA

Zaini, Hisyam, dkk. 2007. Strategi Pembelajaran Aktif.Yogyakarta:CTSD
Rusyan, A.Tabrani, dkk.1998. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar.    Bandung:Remaja Karya Offset
Trianto.2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta:Kencana Perenada Media Group
Johnson, Elaine B.2007. Contextual Teaching And Learning.Bandung: Mizan Media Utama

1 komentar:

  1. Gambling Apps in Illinois - Top 10 Apps on Google Play
    The top-rated mobile casino app on the Google 익산 출장안마 Play store is Gossip 사천 출장안마 Slots and they 광양 출장마사지 have more slots, bingo 수원 출장샵 and blackjack options. The game 충주 출장샵 selection

    BalasHapus