Cermin Karakter

“Mirror mirror on the wall..”
Masih ingat dengan cerita dongeng yang mengatakan
kalimat tersebut? Yah, Cerita itu sudah tertanam di benak kita tentang
bagaimana cerita Putri Salju dan ketujuh kurcacinya. Awal yang bagus untuk anda
memahami isi dari artikel ini dengan mudah.
Akhir bulan Desember 2012, saya
merasakan tidak adanya semangat dalam diri sendiri, kemudian secara tiba-tiba
ayah saya duduk disampingku dan menceritakan sebuah cerita nyata yang membuat
rasa percaya diri dan rasa semangat itu timbul kembali.
Awal cerita ayah saya kedatangan
seorang pasangan suami istri dari luar kota, mereka sedang berlibur dan
akhirnya mereka berkunjung kepada rumah ayah saya. Mereka asli Brebes hanya
menggantungkan hidupnya beberapa tahun ini di luar kota. Mereka pasangan yang
sangat pintar, lulus sarjana dan tinggal diluar kota. Dan mereka memiliki
masalah.
Masalahnya mereka hanya bekerja
sebagai pramusaji di sebuah restoran di luar kota, dan sudah bertahun-tahun
tidak ada perubahan. Jadi mereka memutuskan berkunjung dan berbicara tentang
apa yang mereka alami. Singkat cerita ayah saya meminta sang suami menuruti
kata-katanya untuk 5 menit saja. “Bisa anda ke kamar kecil dan lihat disana ada
cermin, lalu, bayangkan diri anda adalah seorang direktur, dan anda lihat orang
yang ada didalam cermin itu, apakah anda mau menerima dia menjadi pegawai anda?
Dan apakah dia pantas mendapatkan bayaran yang cukup fantastis diperusahaan
anda?”. Dia menurut dan kembali lagi pada saya serta memberikan jawaban, “tidak
saya terima”, istrinya tertawa terbahak-bahak “dia tidak menerima dirinya
sendiri”.
Ayah saya tidak bermaksud
menyudutkan sang suami atau merendahkannya, pertanyaan berikutnya ayah saya
lancarkan lagi “apa yang harus dilakukan orang yang ada didalam cermin tersebut
agar dia bisa diterima perusahaan anda?”, munculah beragam jawaban positif yang
intinya adalah meningkatkan kualitas hidupnya. Dia mulai bisa memperbaiki
gambar dirinya yang rusak. Pertanyaannya, mengapa bisa rusak dan siapa yang
merusak?
Nah.. “Cermin Karakter”, judul
diatas saya angkat dari cerita ayah saya yang dapat saya bagikan agar kita akan
sadar hal yang begitu sepele tetapi membawa manfaat besar. Cermin yang setiap
hari kita pakai untuk menata kerapian dalam berpakaian dan berdandan, ternyata
dapat mengubah karakter seseorang. Tujuan tersebut menjadi alasan saya ingin
berbagi satu hal penting untuk kita semua di Indonesia. Seperti apa sih kita
memandang diri kita sendiri saat ini? Apa sih kita ini? Pertanyaan yang cukup
mengusik kita bukan?
Pembaca sekalian, dasar menentukan
ketinggian. Saya ulangi “dasar menetukan ketinggian” dasar apa yang ada di
hidup anda, menentukan ketinggian hidup anda. Segala sesuatu yang tinggi,
secara alami memiliki dasar yang berbeda dengan yang pendek. Umumnya yang
tinggi dasarnya lebih kuat.
Bangunan 8 lantai, akan berbeda
dengan bangunan 2 lantai dalam ukuran dasarnya. Kecepatan komputer anda
bergantung dengan dasar (prosesor dan memory) yang ada di dalam komputer anda,
dan komputer anda bisa merespon game dan program yang berbeda. Versi lama untuk
dasar yang rendah dan versi baru butuh dasar yang jauh lebih kuat.
Dari cerita tersebut, saya dapat
menyimpulkan bahwa sang suami tidak memiliki gambar diri yang baik, dan walau
dia memiliki gelar yang baik, tetapi dia tidak punya dasar yang baik. Tantangan
hidup di dunia ini bukan sekedar embel-embel gelar anda, tetapi ada sesuatu
yang tidak kelihatan tetapi menentukan, apa itu? KARAKTER!
Untuk segala sesuatu yang ingin anda
kuasai dengan baik, anda perlu BELAJAR, itulah hukumnya dan tidak bisa ditawar.
Karakter akan mendidik hidup kita untuk terus berkembang dan meninggi. Ingat,
ada beberapa dari kita yang percaya dengan istilah ini “nanti dia akan tahu
sendiri” atau “nanti kalau sudah tua baru dia akan mengerti”, benarkah
demikian? Tidak benar. Ingat diawal paragraf di tulis “Untuk segala sesuatu
yang ingin anda kuasai dengan baik, anda perlu BELAJAR”.
Jika saya tidak bisa berenang, dan
tanpa saya mau belajar berenang apakah saya akan tahu sendiri dan mengerti
caranya berenang? Jika saya tidak bisa bermain piano apakah mendadak begitu
umur saya tua saya bisa main piano? Begitu juga bahasa ingris dan bahasa
mandarin?. Semoga anda yang cerdas setuju dengan ungkapan ini. :)
Apalagi belajar tentang disiplin,
belajar tentang jujur, belajar menghargai dan belajar sopan santun. Apa semua
itu tiba-tiba ada di dalam diri kita jika kita tua, jika kita tidak pernah mau
belajar dan melakukannya serta membiasakannya? Ada baiknya anda baca ulang dua
paragraf ini sekali lagi atau dua kali lagi dan renungkan.
Mendidik karakter anak dan remaja
perlu diupayakan dan diinformasikan kepada generasi muda yang perlu perubahan
dalam hidupnya. Bukan sekedar nanti saat tua dia akan tahu sendiri, dan
terlambat lalu menyesal “kenapa saya tahunya sekarang ya, kok tidak dari dulu”.
Penyesalan memang selalu di akhir, karena kalau diawal namanya pendaftaran. :)
Cermin Karakter, bisa anda gunakan
secara mandiri untuk mengevaluasi diri anda apakah anda melihat seseorang yang
sudah maksimal dikehidupannya, seseorang yang sudah maksimal menjadi orangtua, sebagai
anak yang baik, sebagai suami atau istri yang baik, sebagai teman yang baik.
Anda bisa bertanya apalagi yang diperlukan agar pribadi didepan saya ini bisa
maksimal didalam kehidupannya? Dan anda akan temukan jawabannya.
Memberikan evaluasi diri dan
memberikan waktu kepada diri sendiri adalah dasar untuk membangun kehidupan yang
lebih baik bagi diri kita.
Saat anda menjadikan diri anda jauh
semakin maksimal didalam kehidupan anda, maka anda bisa menjadi teladan yang
baik bagi orang lain. Anda bisa tularkan ini kepada orang lain, anda bisa jauh
lebih mudah membimbing dan menular tehnik ini kepada orang lain dan mereka
dengan mudah tahu apa yang harus diperbaiki tanpa merasa kebingungan dengan
sikap marah-marah yang sering kita lancarkan tanpa memberi tahu mereka harus
berbuat apa.
Saat anda memiliki karakter yang
terus mau dikembangkan, maka anda tidak perlu terkejut saat tiba-tiba anda
memiliki reputasi yang baik dan kokoh. Karena dasar yang bagus, dari sana bisa
dibuat apa saja yang bisa menjulang tinggi dan kokoh. Semoga satu tehnik ini
bisa membantu kita semua dan membantu generasi bangsa.
Terima Kasih :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar