TUGAS INDIVIDU
“MODEL PEMBELAJARAN (TEMATIK DAN
INKUIRI)”
Disusun
Untuk Memenuhi Mata Kuliah Pendidikan IPA SD
Dosen Pengampu:
Arfilia, S.Pd.,M.Pd

Disusun
Oleh :
Nama :
Priscillia Putri Aringgit
NIM : 13120157
Kelas : 3D
Program
Studi :
PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar)
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
PGRI SEMARANG
2014/2015
MODEL
PEMBELAJARAN
TEMATIK
INTEGRATIF (TEMATIK TERPADU)
A.
Pengertian
Tematik Integratif
Pembelajaran tematik terpadu merupakan
pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai
mata pelajaran ke dalam berbagai tema.
B.
Jenis-Jenis
Tematik Integratif
Model
pembelajaran tematik yang digunakan pada kurikulum di Indonesia antara lain :
a.
Model Hubungan/terkait (connected
model)
Pada
model pembelajaran ini ciri utamanya adalah adanya upaya untuk menghubungkan
beberapa materi (bahan kajian) ke dalam satu disiplin ilmu.
b.
Model
Jaring laba-laba (webbed model)
Model
pembelajaran ini diawali dengan pemilihan tema. Setelah tema ditentukan dilanjutkan
dengan pemilihan sub-sub tema dengan memperhatikan keterkaitannya antar mata
pelajaran.
c.
Model
Terpadu (integrated model)
Model
pembelajaran ini menggunakan pendekatan antar mata pelajaran yang dipadukan.
C. Langkah-langkah
penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran tematik
a.
Invitasi/apersepsi
Pada
tahap ini guru melakukan brainstrorming dan menghasilkan kemungkinan
topik untuk penyelidikan.
b.
Eksplorasi
Pada
tahap ini siswa pengumpulan data dan informasi selengkap-lengkapnya tentang
materi dapat dilakukan dengan bertanya (wawancara), mengamati, membaca,
mengidentifikasi, serta menganalisis (menalar) dari sumber-sumber langsung
(tokoh, obyek yang diamati) atau sumber tidak langsung misalnya buku, koran,
atau sumber informasi publik yang lain.
c.
Mengusulkan
penjelasan/solusi
Pada
tahap ini seluruh informasi, temuan, sintesa yang telah dikembang kan dalam
proses penyelidikan dibahas dengan teman secara berpasang an / dalam kelompok
kecil.
d.
Mengambil
tindakan
Berdasarkan
temuan yang dilaporkan, siswa menindaklanjuti dengan menyusun simpulan serta
penerapan dari temuan-temuannya.
Langkah-langkah perencanaan pembelajaran tematik :
·
Menetapkan
mata
pelajaran
Semua
mata pelajaran yang akan diajarkan diinventarisir. Mata pelajaran tersebut dipetakan
atas kompetensi inti dan kompetensi dasar.
·
Menetapkan
KD dan indikator
Setelah
melakukan penetapan mata pelajaran dan memetakan KI dan KD maka guru perlu
untuk menterjemahkan kompetensi dasar (KD) ke dalam indikator.
·
Menginventarisir
tema
Beberapa
mata pelajaran, kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indicator akan diikat
dengan tema.
·
Pemetaan
Pemetaan
mata pelajaran, kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator ke dalam tema
merupakan dasar penyusunan matrik.
·
Menyusun
matrik
Pada
tahap ini dilakukan pemetaan keterhubungan kompetensi dasar dari beberapa mata
pelajaran yang bisa disatukan dalam sebuah tema dalam bentuk matriks.
·
Menyusun
kalender akademik
Kalender
tematik dibuat setelah matrik Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang diikat dalam
tema selesai dibuat.
·
Mempelajari
Silabus
Mempelajari Silabus yang nantinya akan dijabarkannya ke dalam
RPP
·
Menyusun
Rencana Pelaksaanaan Pembelajaran (RPP)
D.
Kelebihan
dan Kekurangan Tematik Integratif
Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Kurikulum 2013 memiliki
beberapa keuntungan dan juga kelemahan yang diperolehnya. Keuntungan yang
dimaksud yaitu:
1.
Menyenangkan
karena berangkat dari minat dan kebutuhan siswa
2.
Memberikan
pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevandengan tingkat
perkembangan dan kebutuhan pesrta didik.
3.
Hasil
belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna.
4.
Mengembangkan
keterampilan berfikir anak sesuai dengan persoalan yangdihadapi.
5.
Menumbuhkan
keterampilan social melalui kerja sama.
6.
Memiliki
sikap toleransi komunikasi dan tanggap terhadap gagasan oranglain.
7.
Menyajikan
kegiatan yang bersifat nyata sesuai dengan persoalan yangdihadapi dalam
lingkungan peserta didik.
Pembelajaran Tematik Kurikulum
2013 disamping memiliki beberapa keuntungan sebagaimana dipaparkan di atas,
juga terdapat beberapa kekurangan yang diperolehnya. Kekurangan yang
ditimbulkannya yaitu:
1.
Menuntut
peran guru yang memiliki pengetahuan dan wawasan luas,kreatifitas tinggi, keterampilan,
kepercayaan diri dan etos akademik yangtinggi, dan berani untuk mengemas dan
mengembangkan materi
2.
Dalam
pengembangan kreatifitas akademik, menuntut kemampuan belajarsiswa yang baik
dalam aspek intelegensi.Hal tersebut karena model pembelajaran tematik
menekankan pada pengembangan kemampuan analitik(memjiwai), kemampuan asosiatif
(menghubung-hubungkan) dan kemampuaneksploratif dan elaboratif (menemukan dan
menggali).
3.
Pembelajaran
tematik memerlukan sarana dan sumber informasi yang cukup banyak dan berguna
untuk mengembangkan wawasan dan pengetahuan yang diperlukan.
4.
Pembelajaran
tematik memerlukan system penilaian dan pengukuran(obyek, indikator, dan
prosedur ) yang terpadu.
5.
Pembelajaran
tematik tidak mengutamakan salah satu atau lebih mata pelajaran dalam proses
pembelajarannya.
E. Penerapan Model Pembelajaran
Tematik Terpadu
Judul Skripsi
“Penerapan Pembelajaran Integratif Pada Kelas 4 SDN Cebongan Kecamatan Bandung”
MODEL
PEMBELAJARAN
INKUIRI
A. Pengertian Model Pembelajaran
Inkuiri
Suatu pembelajaran pada umumnya akan lebih efektif
bila diselenggarakan melalui model-model pembelajaran yang termasuk rumpun pemprosesan
informasi. Hal ini dikarenakan model-model pemprosesan informasi menekankan
pada bagaimana seseorang berfikir dan bagaimana dampaknya terhadap cara-cara
mengolah informasi. Menurut Downey (1967) dalam Joyce (1992:107) menyatakan
bahwa inti dari berpikir yang baik adalah kemampuan untuk memecahkan masalah.
Dasar dari pemecahan masalah adalah kemampuan untuk belajar dalam situasi
proses berpikir. Dengan demikian, hal ini dapat di implementasikan bahwa kepada
siswa hendaknya diajarkan bagaimana belajar meliputi apa yang diajarkan,
bagaimana hal itu diajarkan, jenis kondisi belajar, dan memperoleh pandangan
baru. Salah satu yang termasuk dalam model pemrosesan informasi adalah model
pembelajaran inkuiri.
Inkuiri yang dalam bahasa inggris inquiry, berarti
pernyataan, atau pemeriksaan, penyelidikan. Inkuiri sebagai suatu proses umum
yang dilakukan manusia untuk mencari atau memahami informasi. Strategi inkuiri
berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh
kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis,
analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuan dengan penuh
percaya diri. Sasaran utama kegiatan pembelajaran inkuiri adalah :
a.
keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses
kegiatan belajar,
b.
keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada
tujuan pembelajaran, dan
c.
mengembangkan sikap percaya diri siswa tentang apa
yang ditemukan dalam proses inkuiri.
B.
Syarat Timbulnya Kegiatan Inkuiri bagi Siswa dan Peran
Guru
Kondisi umum
yang merupakan syarat timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa adalah :
- Aspek sosial di kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi
- Inkuiri berfokus pada hipotesis dan
- Penggunaan fakta sebagai evidensi
Susunan kelas yang nyaman merupakan hal yang penting
dalam pembelajaran inkuiri karena pertanyaan-pertanyaan harus berasal dari
siswa agar proses pembelajaaran dapat dicapai dengan baik. Kerja sama guru
dengan siswa, siswa dengan siswa diperlukan juga adanya dorongan secara aktif
dari guru dan teman. Untuk menciptakan kondisi seperti itu peran guru adalah
sebagai berikut :
- Motivator, memberi rangsangan agar siswa aktif dan bergairah berfikir
- Fasilitator, menunjukkan jalan keluar jika siswa mengalami kesulitan
- Penanya, menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka buat
- Administrator, bertanggung jawab dalam seluruh kegiatan kelas
- Pengarah, memimpin kegiatan siswa untuk mencapai tujuan yang diharapkan
- Manager, mengelola sumber belajar, waktu dan organisasi kelas
- Rewarder, pemberi penghargaan pada prestasi yang dicapai siswa
Pembelajaran inkuiri menurut Suchman, peran guru
memonitor pertanyaan siswa untuk mencegah agar proses inkiri, tidak sama dengan
permainan tebakan . Hal ini memerlukan dua aturan penting yaitu ;
- Pertanyaan harus dapat dijwab ya atau tidakdan harus diucapkan dengan suatu cara agar siswa dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan melakukan pengamatan.
- Pertanyaan harus disusun sedemikian rupa sehingga tidak menyebabkan guru memberikn jawaaban pertanyaan tersebut tetapi mengarahkan siswa untuk menemukan jawaban sendiri.
C.
Fase-Fase Pembelajaran Inkuiri
Inquiry tidak hanya mengembangkan kemampuan dan intelektual tetapi seluruh
potensi yang ada termasuk pengembangan emosional dan ketrampilan inquiry
merupakan suatu proses yang bermula dari merumuskan masalah, merumuskan
hipotesis , mengumpulkan data, menganalisis data dan membuat kesimpulan. Di
dalam sistem belajar-mengajar ini, guru menyajikan bahan pelajaran tidak dalam
bentuknya yang final, tetapi peserta didik yang diberi peluang untuk mencari
dan menemukannya sendiri dengan mempergunakan teknik pendekatan pemecahan
masalah. Secara garis besar prosedurnya sebagai berikut:
- Stimulation, Guru mulai dengan bertanya mengajukan persoalan atau menyuruh peserta didik membaca atau mendengarkan uraian yang memuat permasalahan.
- Problem statement, peserta didik diberi kesempatan mengidentifikasi berbagai permasalahan, sebanyak mungkin memilihnya yang dipandang paling menarik dan fleksibel untuk dipecahkan. Permasalahan yang dipilih ini selanjutnya harus dirumuskan dalam pertanyaan atau hipotesis (pernyataan sebagai jawaban sementara atas pertanyaan tersebut)
- Data collection, untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis itu.peserta dididk diberi kesempatan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang relevan, dengan jelas membaca literatur, mengamati objeknya, mewawancarai orang sumber, mencoba (uji coba) sendiri dan sebagainya.
- Data processing, semua informasi (hasil bacaan wawancara, observasi, dan sebagainya) itu diolah diacak diklasifikasikan, ditabulasikan, bahkan kalau perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan dengan tingkat kepercayaan tertentu.
- Verification, berdasarkan hasil olahan dan taffsiran atau informasi yang ada tersebut( avaiblle information), pertanyaan atau hipotesis yang dirumuskan terlebih dahulu kemudian dicek, atauka apakah terjawab atau, dengan kata lain terbukti atau tidak.
- Generalization, tahap selanjutkan. Berdasarkan hasil verifikasi tadi siswa belajar menarik generalisasi/ kesimpulan tertentu.
Sistem
belajar-mengajar ini dikembangkan oleh Bruner.
Landasan pemikiran yang mendasari pendekatan belajar-mengajar ini adalah bahwa
hasil belajar dengan cara ini lebih mudah dihaffal dan diingat, mudah
ditransfer (untuk menghadapi pemecahan masalah). Pengetahuan dan kecakapan
(intellectual potency) peserta didik yang bersangkutan lebih jauh lagi dapat
menumbuhkan motif intrinsik (karena peserta didik puas akan penggunaannya
sendiri. Tahapan pembelajaran inkuiri fase perilaku guru antara lain:
a.
Menyajikan pertanyaan atau masalah
Guru membimbing siswa mengidentifikasi masalah dan maslah. Guru membagi
siwa dalam kelompok
b.
Membuat hipotesis
Guru memberikan kesempatan bagi tiap siswa untuk curah pendapat dalam
membentuk hipotesis. Guru membibing siswa dalam membuat hipotesis yang relevan
dengan permasalahan dan memprioritaskan hipotesis mana yang menjadi prioritas
penyelidikan.
c.
Merancang percobaan
Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan langkah-langkah yang
sesuai dengan hipotesis yang dilakukan. Guru membimbing siswa mengurutkan
langkah-langkah percobaan.
d.
Melakukan percobaan untuk memperoleh informasi
Guru membimbing siswa mendapatkan informasi melalui percobaan.
e.
Mengumpulkan dan menganalisis data
Guru memberikan kesempatan pada tiap kelompok untuk menyampaikan hasil
pengolahan data yang terkumpul.
f.
Membuat kesimpulan (generalisasi)
Guru membimbing siswa dalam mambuat kesimpulan.
3.
Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Inkuiri
Pembelajaran inquiry mempunyai kelebihan :
- Penelitian dapat diselesaikan dalam waktu satu periode pertemuan. Waktu yang singkat ini memungkinkan siswa dapat mengalami siklus inkiri dengan cepat, dan dengan pelatihan mereka akan terampil melakukan inkuiri
- Lebih efektif dalam senua bidang di dalam kurikulum.
Pendekatan pembelajaran ini sangat cocok untuk materi
pelajaran yang bersifat kognitif. Kelemahannya ialah antara lain :
1.
memakan waktu banyak (time consuming),
2.
Belajar mengajar dengan metode inquiri memerlukan
kecerdasarn anak yang tinggi. Bila anak kurang cerdas, hasilnya kurang efektif
3.
Metode inquri kurang cocok pada anak yang usianya
terlalu muda, misalnya anak SD.
DAFTAR
PUSTAKA
Zaini,
Hisyam, dkk. 2007. Strategi Pembelajaran Aktif.Yogyakarta:CTSD
Rusyan, A.Tabrani, dkk.1998. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung:Remaja Karya Offset
Trianto.2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta:Kencana Perenada Media Group
Johnson, Elaine B.2007. Contextual Teaching And Learning.Bandung: Mizan Media Utama
Rusyan, A.Tabrani, dkk.1998. Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung:Remaja Karya Offset
Trianto.2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta:Kencana Perenada Media Group
Johnson, Elaine B.2007. Contextual Teaching And Learning.Bandung: Mizan Media Utama
Gambling Apps in Illinois - Top 10 Apps on Google Play
BalasHapusThe top-rated mobile casino app on the Google 익산 출장안마 Play store is Gossip 사천 출장안마 Slots and they 광양 출장마사지 have more slots, bingo 수원 출장샵 and blackjack options. The game 충주 출장샵 selection