Kamis, 18 Desember 2014

CERMIN KARAKTER



Cermin Karakter
               
“Mirror mirror on the wall..”
Masih ingat dengan cerita dongeng yang mengatakan kalimat tersebut? Yah, Cerita itu sudah tertanam di benak kita tentang bagaimana cerita Putri Salju dan ketujuh kurcacinya. Awal yang bagus untuk anda memahami isi dari artikel ini dengan mudah.
Akhir bulan Desember 2012, saya merasakan tidak adanya semangat dalam diri sendiri, kemudian secara tiba-tiba ayah saya duduk disampingku dan menceritakan sebuah cerita nyata yang membuat rasa percaya diri dan rasa semangat itu timbul kembali.
Awal cerita ayah saya kedatangan seorang pasangan suami istri dari luar kota, mereka sedang berlibur dan akhirnya mereka berkunjung kepada rumah ayah saya. Mereka asli Brebes hanya menggantungkan hidupnya beberapa tahun ini di luar kota. Mereka pasangan yang sangat pintar, lulus sarjana dan tinggal diluar kota. Dan mereka memiliki masalah.
Masalahnya mereka hanya bekerja sebagai pramusaji di sebuah restoran di luar kota, dan sudah bertahun-tahun tidak ada perubahan. Jadi mereka memutuskan berkunjung dan berbicara tentang apa yang mereka alami. Singkat cerita ayah saya meminta sang suami menuruti kata-katanya untuk 5 menit saja. “Bisa anda ke kamar kecil dan lihat disana ada cermin, lalu, bayangkan diri anda adalah seorang direktur, dan anda lihat orang yang ada didalam cermin itu, apakah anda mau menerima dia menjadi pegawai anda? Dan apakah dia pantas mendapatkan bayaran yang cukup fantastis diperusahaan anda?”. Dia menurut dan kembali lagi pada saya serta memberikan jawaban, “tidak saya terima”, istrinya tertawa terbahak-bahak “dia tidak menerima dirinya sendiri”.
Ayah saya tidak bermaksud menyudutkan sang suami atau merendahkannya, pertanyaan berikutnya ayah saya lancarkan lagi “apa yang harus dilakukan orang yang ada didalam cermin tersebut agar dia bisa diterima perusahaan anda?”, munculah beragam jawaban positif yang intinya adalah meningkatkan kualitas hidupnya. Dia mulai bisa memperbaiki gambar dirinya yang rusak. Pertanyaannya, mengapa bisa rusak dan siapa yang merusak?
Nah.. “Cermin Karakter”, judul diatas saya angkat dari cerita ayah saya yang dapat saya bagikan agar kita akan sadar hal yang begitu sepele tetapi membawa manfaat besar. Cermin yang setiap hari kita pakai untuk menata kerapian dalam berpakaian dan berdandan, ternyata dapat mengubah karakter seseorang. Tujuan tersebut menjadi alasan saya ingin berbagi satu hal penting untuk kita semua di Indonesia. Seperti apa sih kita memandang diri kita sendiri saat ini? Apa sih kita ini? Pertanyaan yang cukup mengusik kita bukan?
Pembaca sekalian, dasar menentukan ketinggian. Saya ulangi “dasar menetukan ketinggian” dasar apa yang ada di hidup anda, menentukan ketinggian hidup anda. Segala sesuatu yang tinggi, secara alami memiliki dasar yang berbeda dengan yang pendek. Umumnya yang tinggi dasarnya lebih kuat.
Bangunan 8 lantai, akan berbeda dengan bangunan 2 lantai dalam ukuran dasarnya. Kecepatan komputer anda bergantung dengan dasar (prosesor dan memory) yang ada di dalam komputer anda, dan komputer anda bisa merespon game dan program yang berbeda. Versi lama untuk dasar yang rendah dan versi baru butuh dasar yang jauh lebih kuat.
Dari cerita tersebut, saya dapat menyimpulkan bahwa sang suami tidak memiliki gambar diri yang baik, dan walau dia memiliki gelar yang baik, tetapi dia tidak punya dasar yang baik. Tantangan hidup di dunia ini bukan sekedar embel-embel gelar anda, tetapi ada sesuatu yang tidak kelihatan tetapi menentukan, apa itu? KARAKTER!
Untuk segala sesuatu yang ingin anda kuasai dengan baik, anda perlu BELAJAR, itulah hukumnya dan tidak bisa ditawar. Karakter akan mendidik hidup kita untuk terus berkembang dan meninggi. Ingat, ada beberapa dari kita yang percaya dengan istilah ini “nanti dia akan tahu sendiri” atau “nanti kalau sudah tua baru dia akan mengerti”, benarkah demikian? Tidak benar. Ingat diawal paragraf di tulis “Untuk segala sesuatu yang ingin anda kuasai dengan baik, anda perlu BELAJAR”.
Jika saya tidak bisa berenang, dan tanpa saya mau belajar berenang apakah saya akan tahu sendiri dan mengerti caranya berenang? Jika saya tidak bisa bermain piano apakah mendadak begitu umur saya tua saya bisa main piano? Begitu juga bahasa ingris dan bahasa mandarin?. Semoga anda yang cerdas setuju dengan ungkapan ini. :)
Apalagi belajar tentang disiplin, belajar tentang jujur, belajar menghargai dan belajar sopan santun. Apa semua itu tiba-tiba ada di dalam diri kita jika kita tua, jika kita tidak pernah mau belajar dan melakukannya serta membiasakannya? Ada baiknya anda baca ulang dua paragraf ini sekali lagi atau dua kali lagi dan renungkan.
Mendidik karakter anak dan remaja perlu diupayakan dan diinformasikan kepada generasi muda yang perlu perubahan dalam hidupnya. Bukan sekedar nanti saat tua dia akan tahu sendiri, dan terlambat lalu menyesal “kenapa saya tahunya sekarang ya, kok tidak dari dulu”. Penyesalan memang selalu di akhir, karena kalau diawal namanya pendaftaran. :)
Cermin Karakter, bisa anda gunakan secara mandiri untuk mengevaluasi diri anda apakah anda melihat seseorang yang sudah maksimal dikehidupannya, seseorang yang sudah maksimal menjadi orangtua, sebagai anak yang baik, sebagai suami atau istri yang baik, sebagai teman yang baik. Anda bisa bertanya apalagi yang diperlukan agar pribadi didepan saya ini bisa maksimal didalam kehidupannya? Dan anda akan temukan jawabannya.
Memberikan evaluasi diri dan memberikan waktu kepada diri sendiri adalah dasar untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi diri kita.
Saat anda menjadikan diri anda jauh semakin maksimal didalam kehidupan anda, maka anda bisa menjadi teladan yang baik bagi orang lain. Anda bisa tularkan ini kepada orang lain, anda bisa jauh lebih mudah membimbing dan menular tehnik ini kepada orang lain dan mereka dengan mudah tahu apa yang harus diperbaiki tanpa merasa kebingungan dengan sikap marah-marah yang sering kita lancarkan tanpa memberi tahu mereka harus berbuat apa.
Saat anda memiliki karakter yang terus mau dikembangkan, maka anda tidak perlu terkejut saat tiba-tiba anda memiliki reputasi yang baik dan kokoh. Karena dasar yang bagus, dari sana bisa dibuat apa saja yang bisa menjulang tinggi dan kokoh. Semoga satu tehnik ini bisa membantu kita semua dan membantu generasi bangsa.
Terima Kasih :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar